Wednesday, 20 June 2018

Cara Mengurangi Pemanasan Global

Cara Mengurangi Pemanasan Global


Bidang Makanan dan Minuman

1. Kurangi konsumsi daging, bervegetarian adalah yang terbaik! Berdasarkan penelitian, untuk menghasilkan 1 kg daging, sumber daya yang dihabiskan setara dengan 15 kg gandum. Bayangkan bagaimana kita bisa menyelamatkan bumi dari kekurangan pangan jika kita bervegetarian. Peternakan juga penyumbang 18% “jejak karbon” dunia, yang mana lebih besar dari sektor transportasi (mobil, motor, pesawat, dll). Belum ditambah lagi dengan bahaya gas-gas rumah kaca tambahan yang dihasilkan oleh aktiitas peternakan lainnya seperti metana yang notabene 3 kali lebih berbahaya dari CO2 dan gas NO yang 300 kali lebih berbahaya dari CO2. Dan yang pasti banyak manfaat kesehatan dan spiritual dari bervegetarian. Anda akan menjadi lebih sehat dan pengasih.

2. Makan dan masaklah dari bahan yang masih segar. Menghindari makanan yang sudah diolah atau dikemas akan menurunkan energi yang terbuang akibat proses dan transportasi yang berulang-ulang. Makanan segar juga lebih sehat bagi tubuh kita.

3. Beli produk lokal, hasil pertanian lokal sangat murah dan juga sangat menghemat energi, terutama jika kita menghitung energi dan biaya transportasinya. Makanan organik lebih ramah lingkungan, tetapi periksa juga asalnya. Jika diimpor dari daerah lain, kemungkinan emisi karbon yang dihasilkan akan lebih besar daripada manfaatnya.

4. Daur ulang aluminium, plastik, dan kertas. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa menggunakannya berulang-ulang. Energi untuk membuat satu kaleng alumunium setara dengan energi untuk menyalakan TV selama 3 jam.

5. Beli dalam kemasan besar. Akan jauh lebih murah, juga menghemat sumber daya untuk kemasan. Jika terlalu banyak, ajaklah teman atau saudara Anda untuk berbagi saat membelinya.

Di Rumah


1. Naikan suhu AC Anda. Hindari penggunaan suhu maksimal. Gunakan AC pada tingkatan sampai kita merasa cukup nyaman saja. Dan cegah kebocoran dari ruangan ber-AC Anda. Jangan biarkan ada celah yang terbuka jika Anda sedang menggunakan AC Anda karena hal tersebut akan membuat AC bekerja lebih keras untuk mendinginkan ruangan Anda. Pada akhirnya hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda.

2. Gunakan timer untuk menghindari lupa mematikan AC. Gunakanlah timer sesuai dengan kebiasaan Anda. Misalnya jam kantor Anda adalah pukul 8.00 sampai 17.00. Set timer AC Anda sesuai dengan jam kantor tersebut. Dengan begitu tidak ada lagi insiden lupa mematikan AC hingga keesokan harinya.

3. Gunakan pemanas air tenaga surya. Meskipun lebih mahal, dalam jangka panjang hal ini akan menghemat tagihan listrik Anda. (Bahkan saat ini sudah ada penerang jalan dengan tenaga surya).

4. Matikan lampu tidak terpakai dan jangan tinggalkan air menetes. Selain menghemat energi dan air bersih, ini akan menghemat banyak tagihan Anda.

5. Gunakan lampu hemat energi. Meskipun lebih mahal, rata-rata mereka lebih kuat 8 kali dan lebih hemat hingga 80 % dari lampu pijar biasa.

Monday, 4 June 2018

5 Tempat Wisata Bandung

5 Tempat Wisata Bandung

1.    Kawah Putih Ciwidey
Kawah Putih terletak di Ciwidey, sebuah daerah di sebelah selatan Bandung. Berjarak sekitar 50 KM dari pusat kota Bandung, Kawah Putih dapat dicapai dengan mudah karena sudah ada jalan yang memadai untuk pengendara kendaraan pribadi, serta tersedia juga kendaraan umum bagi mereka yang tidak membawa kendaraan pribadi.

Kawah Putih menawarkan sebuah pengalaman menikmati tempat wisata alam di Bandung yang tiada duanya. Dengan udara yang dingin dilengkapi dengan pemandangan kawah bertanah putih, Kawah Putih Ciwidey tidak akan mengecewakan pengunjungnya. Selain itu, warna air yang ada di Kawah Putih juga dapat berubah-ubah seiring dengan perubahan cuaca dan suhu. Suasana unik juga dapat tercipta dari ketebalan kabut yang berubah-ubah setiap beberapa menit.







2.    Gunung Tangkuban Perahu
Gunung Tangkuban Perahu merupakan salah satu tempat wisata di Bandung yang paling ramai pengunjung. Alasan dibalik ramainya tempat wisata alam ini adalah karena keindahan yang ditawarkannya, serta kemudahan untuk mencapai lokasi. Berlokasi hanya sekitar 20 KM di sebelah utara Bandung, Tangkuban Perahu adalah salah satu penyebab kemacetan di Lembang.

Gunung Tangkuban Perahu juga mempunyai sebuah legenda menarik yang menceritakan tentang seorang pemuda bernama Sangkuriang yang berusaha menikah dengan ibu kandungnya sendiri. Mengetahui bahwa Sangkuriang adalah anaknya sendiri, sang ibu yang bernama Dayang Sumbi segera membuat syarat yang berat untuk menikah. Syarat yang dimaksud adalah bahwa Sangkuriang harus membuat sebuah danau dan perahu dalam 1 malam.

Singkat cerita, Sangkuriang gagal menyelesaikan danau dan perahu yang diinginkan sehingga ia menjadi murka dan menendang perahu yang telah dibuatnya. Perahu tersebut kemudian jatuh terbalik dan menjadi Gunung Tangkuban Perahu. Bila dilihat dari jauh, Anda akan menyadari bahwa bentuk Gunung Tangkuban Perahu benar-benar serupa dengan bentuk perahu yang terbalik.


3.    Situ Patenggang
Situ Patenggang adalah salah satu tempat wisata alam di Bandung yang terkenal, terutama bagi para pecinta danau. Asal nama danau Situ Patenggang adalah dari bahasa Sunda yang berarti ‘saling mencari’. Kata ‘saling mencari’ ini bukanlah kata sembarangan karena ada sebuah cerita yang mengatakan bahwa dulunya ada sepasang kekasih yang terpisah. Mereka saling mencari sampai akhirnya bertemu di tempat ini.

Menariknya, di Situ Patenggang terdapat sebuah pulau dengan bentuk hati. Pulau ini dinamakan sebagai Pulau Asmara, atau sering disebut juga dengan nama Pulau Sasaka. Selain itu, di danau ini juga terdapat sebuah batu yang disebut sebagai batu cinta.

Danau Situ Patenggang berlokasi di sebelah selatan Bandung, tidak jauh dari tempat wisata alam lainnya di Bandung, yaitu Kawah Putih Ciwidey. Karena lokasinya yang berdekatan, biasanya pengunjung akan mengunjungi kedua tempat wisata alam ini sekaligus dalam 1 hari.






4.    Bukit Moko
Mungkin belum banyak orang yang mengetahui keberadaan Bukit Moko. Walau jarang diketahui warga Jakarta, Bukit Moko sebenarnya adalah tempat terbaik untuk bersantai sambil menikmati pemandangan pegunungan di Bandung. Tempat wisata alam yang disebut-sebut sebagai tempat tertinggi di Bandung ini selalu ramai dikunjungi warga Bandung dan sekitarnya setiap akhir pekan.

Di tempat ini, terdapat sebuah warung yang cukup terkenal dengan sebutan Warung Daweung. Warung ini bukan sembarang warung karena menawarkan pemandangan kota Bandung dari atas, dilengkapi dengan udara sejuk dan minuman hangat sehingga dengan cepat menjadi lokasi favorit warga Bandung untuk bersantai.

Untuk dapat mencapai Bukit Moko yang berlokasi di Desa Cimenyan, Anda harus menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada kendaraan umum yang melintas di daerah ini. Selain itu, Anda juga harus berhati-hati berkendara di jalur ini terutama pada saat hujan, karena jalan yang akan Anda lalui terjal dan berkelok-kelok.






5.    Maribaya
Maribaya yang berlokasi di Lembang, kurang lebih sekitar 22 KM dari pusat kota Bandung, adalah sebuah tempat wisata alam yang terkenal dengan sumber mata air panas belerang. Seperti di Tirta Sanita Ciseeng, sumber mata air panas belerang di tempat wisata ini juga dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan juga dapat membuat kulit menjadi mulus.

Selain terkenal dengan mata air panasnya, Maribaya juga disukai karena menawarkan wisata alam lain berupa air terjun dan taman. Salah satu kegiatan wisata favorit di Maribaya selain berendam air panas alami adalah trekking.

5 Mall Yang Patut Dikunjungi Di Jakarta


5 Mall Yang Patut Di Kunjungi Di Jakarta

  Saat ini Jakarta memiliki lebih dari 170 mall, pencapaian yang mengantarkan ibukota Indonesia ini menjadi shopping center dunia. Nah, dari sekian banyak mall, berikut 5 mall paling populer di Jakarta versi TS:
1.  
Mall Kelapa Gading

Memiliki luas 147.000 meter2 dengan lebih dari 490 lebih outlet di dalamnya mengantarkan Mall Kelapa Gading menjadi pusat perbelanjaan terpopuler di Jakarta. Mall yang berlokasi di wilayah utara Jakarta ini mampu menarik lebih dari 2,9 juta pengunjung per bulannya.
Alamat : Jl. Boulevard Kelapa Gading blok M, Jakarta Utara, DKI Jakarta 14240




2.  
Grand Indonesia

Mall yang menghabiskan biaya kontruksi sebesar Rp 2,3 triliun ini memiliki luas 130.000m2. Dengan lebih dari 480 outlet di dalamnya, Grand Indonesia mampu menarik lebih dari 1,8 juta pengunjung per bulannya.
Alamat : Jl. MH.Thamrin No.1, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310




3.  
Kota Kasablanka

Berdiri di atas area 195.000 m2,Kota Kasablanca menghabiskan biaya kontruksi sebesar Rp 2,1 triliun. Dengan lebih dari 225 outlet di dalamnya, mall ini mampu menarik lebih dari 2 juta pengunjung setiap bulannya.
Alamat : Jl. Casablanca Raya Kav. 88, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12870





4.  
Gandaria City

Mall yang menghabiskan biaya kontruksi Rp 2.1 triliun ini memiliki lebih dari 500 outlet. Dengan luas area 93.840m2, Gandaria City mampu menarik lebih dari 1,8 juta pengunjung setiap bulannya.
Alamat : Jl. Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, DKI Jakarta






5.  
Central Park

Central Park dibangun di atas area 125.626m2 dengan biaya kontruksi sebesar Rp 2,74 triliun. Di huni lebih dari 355 outlet, Central Park mampu menarik lebih dari 2,9 juta pengunjung setiap bulannya.
Alamat : Central Park L-241, L-242 Kav 28, Jalan Let.Jend.S.Parman, Grogol petamburan, Kota Jkt Bar., Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11470

Review a day at the colorful indonesian umbrella festival


A day at the colorful Indonesian Umbrella Festival
Posted: Sun, October 30, 2016 | 09:50 am
Held for the third time in Surakarta, Central Java, from Sept. 23 to 25 October, the annual Indonesian Umbrella Festival [FPI] charmed visitors with beautiful, brightly colored umbrellas.
Throughout the three-day festival, hundreds of visitors packed Balekambang Park to enjoy the exotic umbrellas displayed across the park that was built by Surakarta king KGPAA Mangkunegara VII in 1921.
The festival’s organizing committee applied a zero-waste regulation to make the event comfortable for all visitors.
“In principle, this festival is a celebration of the people. Therefore, we are transforming all the people potential into cultural power. Umbrellas are part of our culture. Through the 2016 FPI, we want to perform new works inspired by umbrellas,” festival initiator Heru Mataya said.
Colorful umbrellas greeted visitors from the park’s entrance. The beautiful art works captivated their eyes. They seemed unable to wait any longer to take selfies in front of the umbrella art installations, giving more spirit to the festival atmosphere.
Pictures uploaded on social media, in fact, became a magnet for many people to visit the 2016 FPI themed “Sky Umbrella, Exploring Indonesia”.
“Social media has become an efficient publication tool,” said Heru.

Tangguh Destio Pramono
XII-RPL 2
Courtesy : The Jakarta Post


Sejarah dan Perkembangan HTML

Sejarah Perkembangan HTML

  HTML atau dapat di jabarkan “Hypertext Markup Language” adalah bahasa yang digunakan untuk menulis halaman web.HTML merupakan pengembangan dari standar pemformatan dokumen teks yaitu Standard Generalized Markup Language (SGML).
  HTML diciptakan oleh Tim Berners-Lee ketika bekerja untuk CERN dan dipopulerkan pertama kali oleh browser Mosaic. Selama awal tahun 1990 HTML mengalami perkembangan yang sangat pesat. Setiap pengembangan HTML pasti akan menambahkan kemampuan dan fasilitas yang lebih baik dari versi sebelumnya. Namun perkembangan resmi dikeluarkan pada bulan November 1995 oleh IETF (Internet Engineering Task Force).
  HTML 2.0 ini merupakan penyempurnaan dari HTML+ (1993). HTML 3.0 (1995) memberikan kemampuan lebih daripada versi sebelumnya. Sebuah usaha dari World Wide Web Consortium’s (W3C) HTML Working Group pada tahun 1996 menghasilkan HTML 3.2. HTML versi ini secara resmi diterbitkan pada bulan Januari 1997.
  HTML versi terbaru adalah HTML 4.01 yang dikeluarkan secara resmi oleh W3C pada tanggal 24 April 1998. HTML merupakan perbaikan dari HTML 4.0 yang lebih dulu diterbitkan. (18 Desember 1997).
IETF (Internet Engineering Task Force – sebuah badan standar yang berhubungan dengan inter-operability pada internet) telah publikasikan sebuah naskah proposal HTML pada tahun 1993. Naskah tersebut kemudian kadaluarsa dan tidak dijadikan standar pada tahun 1994, akan tetapi IETF dianjurkan untuk membuat sebuah kelompok kerja untuk standardisasi HTML.
  Pada tahun 1995, “HTML 2.0″ telah dituliskan, dengan mengambil ide dari naskah HTML yang asli. Sebuah proposal pengganti dinamakan HTML+ juga dituliskan oleh Dave Raggett, dimana digunakan sebagai sebuah dasar untuk elemen-elemen baru yang diimplementasikan pada browser (seperti metode untuk memasukkan gambar ke dalam dokumen dipelopori oleh NCSA Mosaic).
Naskah HTML 3.0 kemudian muncul selanjut pada tahun tersebut, namun pengerjaan atas versi ini dihentikan karena kurangnya bantuan dalam pengarahan dari pembuat browser. HTML 3.2 meninggalkan beberapa fitur baru yang ada pada versi 3.0, namun mengadopsi kreasi-kreasi baru dari browser terkenal pada saat itu, Mosaic dan Netscape Navigator.
  Pada tahun 1997, W3C publikasikan HTML 4.0 sebagai sebuah rekomendasi yang mengadopsi ekstensi yang lebih berspesifik browser, namun juga telah berusaha dalam melakukan rasionalisasi dan pembersihan pada HTML. Dalam versi ini dilakukan dengan menandakan beberapa elemen sebagai elemen “deprecated”, yang berarti elemen-elemen yang tidak terpakai. Meskipun elemen-elemen deprecated masih tetap berada dalam versi ini, pada versi berikutnya mereka akan dihapus. Versi ini juga merupakan sebuah penganjuran untuk lebih baik dan semantik dalam penggunaan HTML pada dokumen.
  HTML 4.01 dipublikasikan pada tahun 1999 dengan beberapa kesalahan tulis yang kemudian dijilidkan pada tahun 2001. Versi ini merupakan versi terakhir dari HTML, meskipun HTML 5 yang saat ini sedang disusun.
  Pada tahun 2000, W3C publikasikan lagi spesifikasi XHTML 1.0 yang merupakan sebuah HTML yang distrukturkan ulang dan dijadikan dokumen XML yang valid.
HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML sebenarnya adalah dokumen ASCII atau teks biasa, yang dirancang untuk tidak tergantung pada suatu sistem operasi tertentu.

Perkembangan HTML

HTML telah mengalami perkembangan di setiap versinya,berikut beberapa versi pada HTML:
1. HTML versi 1.0
HTML ini di ciptakan pada tahun 1989,kemampuan yang dimiliki versi 1.0 ini antara lain heading, paragraph, hypertext, list, serta cetak tebal dan miring pada teks. Versi ini juga mendukung peletakan image pada dokumennya tanpa memperbolehkan meletakkan teks disekelilingnya (wrapping).
2. HTML versi 2.0
HTML versi 2.0 ini merupakan pionir dari adanya homepage interaktif, penambahan kualitas HTML terletak pada kemampuannya untuk menampilkan suatu form pada dokumen. Dengan adanya form ini, maka kita dapat memasukkan nama, alamat, serta saran/kritik.
3.HTML versi 3.0
HTML versi 3.0 menambahkan beberapa fasilitas baru seperti table,ini di rilis pada tahun 1997, versi ini yang disebut juga sebagai HTML+ tidak bertahan lama dan segera digantikan HTML versi 3.2.
4. HTML versi 4.0
Ini merupakan HTML versi terakhir pada saat sumber ini diambil. HTML ini memuat banyak sekali perubahan dan revisi dari pendahulunya. Perubahan ini terjadi di hampir segala perintah-perintah HTML seperti table, image, link, text, meta, imagemaps, form, dan lain- lain.
Kemudian,  lahir HTML versi 4.01 yang dikeluarkan secara resmi oleh W3C pada tanggal 24 April 1998. HTML 4.01 menjadi standart pada tahun 1999. HTML 4.01 merupakan perbaikan dari HTML versi 4.0 yang terlebih dahulu diterbitkan (18 Desember 1997). HTML versi HTML 4.01 masih standart resmi sampai sekarang ini .
5. HTML 5


HTML5 adalah versi terbaru dari HTML yang dibuat oleh World Wide Web Consortium (W3C). Konsep pertamanya sudah dipublikasikan pada tahun 2008, tetapi tidak banyak yang menggunakannya hingga tahun 2011. Pada tahun 2011, HTML 5 diterbitkan sepenuhnya dan orang-orang mulai menulis dan menggunakannya. HTML5 merupakan suksesor dari HTML 4.01 yang diterbitkan pertama kali tahun 1999. Sejak saat itu, internet telah berubah secara signifikan dan kehadiran HTML5 terlihat sangat diharapkan.